Categories
Kesehatan

Definisi, Penyebab dan Cara Mengobati Dispnea

Salah satu jenis penyakit yang sering ditemukan adalah sesak napas. Sesak napas ini memiliki istilah medisnya, yakni Dispnea. Dispnea ini merupakan suatu kondisi yang terjadi akibat tidak terpenuhinya pasokan oksigen ke paru-paru sehingga menyebabkan pernapasan menjadi, dangkal, pendek, dan cepat. Perlu diketahui, idealnya remaja serta orang dewasa sehat akan bernapas sekitar 12-30 kali per menit. Namun, pada penderita dispnea, maka pola dan frekuensi pernapasan menjadi berubah dan tidak teratur. 

Penyebab Dispnea

  • Keracunan Karbon Monoksida

Penyebab dispnea yang pertama adalah keracunan karbon monoksida. Kondisi ini terjadi saat seseorang menghirup gas karbon monoksida dalam jumlah berlebihan. Perlu diketahui, gas karbon monoksida ini memiliki sifat mudah terikat pada sel darah merah serta hemoglobin sehingga akan terbawa mengalir bersama darah ke seluruh tubuh yang menyebabkan kerusakan pada sel dan jaringan. Adapun gejala saat keracunan gas ini adalah nyeri dada, sesak napas, pusing, dan mual.

  • Tekanan Darah Rendah/Hipotensi

Penyebab dispnea selanjutnya adalah hipotensi. Karena hipotensi ini akan mengakibatkan kurangnya pasokan darah berisi oksigen serta nutrisi ke seluruh tubuh. Nah, pasokan darah yang kurang ini bisa menyebabkan dispnea. Bukan hanya itu, saat mengalami hipotensi, penderita juga akan merasa lemas, pusing, bahkan sampai pingsan. 

  • Asma

Penyebab dispnea yang lainnya adalah asma. Dimana, saat asma kambuh maka akan mengakibatkan saluran napas membengkak dan memproduksi lendir secara berlebihan sehingga dapat mengganggu aliran udara. Alhasil, penderita asma ini akan kesulitan untuk bernapas, batuk, mengi, disertai nyeri saat sedang bernapas.

Cara Mengobati Dipsnea

  • Bernapas Lewat Mulut

Cara ini dipercaya mampu membantu penderita untuk mendapatkan lebih banyak oksigen sehingga alur pernapasan akan melambat dan penderita bisa bernapas dengan lebih efektif. Bukan hanya itu, dengan cara ini juga bisa membantu penderita untuk melepaskan udara yang terperangkap di paru-paru. 

  • Berdiri Menyandar Ke Dinding

Cara ini juga dapat meredakan dispnea. Caranya adalah, berdirilah dengan menyandarkan bokong dan pinggul ke dinding. Lalu posisikan kaki anda supaya terbuka selebar bahu dan tangan berda di samping paha. Kemudian condongkan tubuh anda sedikit ke depan, dan lakukan cara ini dengan rileks. 

Categories
Kesehatan

Definisi, Gejala dan Cara Mengobati Dracunculiasis

Apa itu Dracunculiasis? Dracunculiasis ini dikenal juga dengan nama penyakit cacing guinea atau guinea worm disaese (GWD) ini merupakan peradangan yang disebabkan oleh cacing guinea. Memang jenis parasit yang satu ini tidak ditemukan di Indonesia karena hanya ada di Afrika, namun tidak ada salahnya jika anda mengetahui tentang parasit yang satu ini.

Gejala Dracunculiasis

Orang bisa terinfeksi setelah minum air yang mengandung kutu air yang terinfeksi oleh larva cacing guinea.

Nah, setelah diminum, larva dilepaskan dari kutu air di perut dan menembus jalur pencernaan, melewati rongga tubuh. Biasanya orang tersebut tidak memiliki gejala apapun yang ditimbulkan sampai sekitar satu tahun setelah terinfeksi cacing tersebut. 

Setelah setahun, gejala Dracuncuculiasis ini mulain muncul. Dimana, beberapa hari hingga beberapa jam sebelum cacing keluar dari kulit, maka orang yang terkena infeksi tersebut mungkin akan mengalami demam, pembengkakan, dan rasa sakit di bagian kulit tersebut. 

Perlu diketahui, 10-14 bulan sesudah terinfeksi, maka larva betina akan tumbuh menjadi dewasa dengan ukuran penuh. Dimana, cacing dewasa ini memiliki ukuran dengan panjang sekitar 60-100 cm dengan lebar seperti mie spageti yang dimasak. 

Pada saat cacing akan segera keluar, cacing ini akan mengakibatkan kulit melepuh dimana-mana, namun biasanya pada kaki dan tungkai. Kulit yang melepuh ini akan menyebabkan sensasi rasa terbakar yang sangat menyakitkan dan akan pecah dalam 24-72 jam. Untuk meringankan rasa sakitnya itu, biasanya orang akan membenamkan bagian tubuhnya tersebut yang luka ke dalam air. Cara ini juga bisa membuat cacing guinea tersebut keluar dari luka sambil mengeluarkan cairan putih susu ke dalam air yang berisi ribuan bahkan jutaan larva yang belum dewasa. 

Cara Mengobati Dracunculiasis

Pengobatan ini dilakukan hanya untuk meringankan gejalanya saja. Nah, untuk mengatasi rasa sakit dan pembengkakan, bisa menggunakan obat-obatan seperti ibuprofen atau aspirin. Selain itu, pemberian salep antibiotik juga bisa dilakukan guna membantu untuk mencegah terjadinya infeksi bakteri sekunder. Sedangkan untuk mencegah penyebaran cacing guinea tersebut, maka minumlah air dari sumber yang terbebas dari berbagai kontaminasi.