Categories
Kesehatan

Definisi, Gejala dan Cara Mengobati Dracunculiasis

Apa itu Dracunculiasis? Dracunculiasis ini dikenal juga dengan nama penyakit cacing guinea atau guinea worm disaese (GWD) ini merupakan peradangan yang disebabkan oleh cacing guinea. Memang jenis parasit yang satu ini tidak ditemukan di Indonesia karena hanya ada di Afrika, namun tidak ada salahnya jika anda mengetahui tentang parasit yang satu ini.

Gejala Dracunculiasis

Orang bisa terinfeksi setelah minum air yang mengandung kutu air yang terinfeksi oleh larva cacing guinea.

Nah, setelah diminum, larva dilepaskan dari kutu air di perut dan menembus jalur pencernaan, melewati rongga tubuh. Biasanya orang tersebut tidak memiliki gejala apapun yang ditimbulkan sampai sekitar satu tahun setelah terinfeksi cacing tersebut. 

Setelah setahun, gejala Dracuncuculiasis ini mulain muncul. Dimana, beberapa hari hingga beberapa jam sebelum cacing keluar dari kulit, maka orang yang terkena infeksi tersebut mungkin akan mengalami demam, pembengkakan, dan rasa sakit di bagian kulit tersebut. 

Perlu diketahui, 10-14 bulan sesudah terinfeksi, maka larva betina akan tumbuh menjadi dewasa dengan ukuran penuh. Dimana, cacing dewasa ini memiliki ukuran dengan panjang sekitar 60-100 cm dengan lebar seperti mie spageti yang dimasak. 

Pada saat cacing akan segera keluar, cacing ini akan mengakibatkan kulit melepuh dimana-mana, namun biasanya pada kaki dan tungkai. Kulit yang melepuh ini akan menyebabkan sensasi rasa terbakar yang sangat menyakitkan dan akan pecah dalam 24-72 jam. Untuk meringankan rasa sakitnya itu, biasanya orang akan membenamkan bagian tubuhnya tersebut yang luka ke dalam air. Cara ini juga bisa membuat cacing guinea tersebut keluar dari luka sambil mengeluarkan cairan putih susu ke dalam air yang berisi ribuan bahkan jutaan larva yang belum dewasa. 

Cara Mengobati Dracunculiasis

Pengobatan ini dilakukan hanya untuk meringankan gejalanya saja. Nah, untuk mengatasi rasa sakit dan pembengkakan, bisa menggunakan obat-obatan seperti ibuprofen atau aspirin. Selain itu, pemberian salep antibiotik juga bisa dilakukan guna membantu untuk mencegah terjadinya infeksi bakteri sekunder. Sedangkan untuk mencegah penyebaran cacing guinea tersebut, maka minumlah air dari sumber yang terbebas dari berbagai kontaminasi. 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *