Keputusan Jokowi Beri TORA Ke Muhammadiyah Mengundang Polemik

Telaah di Balik Perlakuan Istimewa Jokowi ke Ormas Islam | LGMI News

Keputusan pemerintahan Joko Widodo (Jokowi) yang telah memberikan hampir 20 ribu hektar Tanah Objek Reforma Agraria (TORA) untuk dikelola PP Pemuda Muhammadiyah mengundang polemik pekan ini. Tanah seluas 19.685 hektar yang tersebar di Sumatera Selatan tersebut dinilai tidak elok untuk dikelola oleh Pemuda Muhammadiyah selaku ormas Islam.

Berikut dibawah ini berita terbaru terpopuler menarik seputar polemik pemberian tanah hampir 20 ribu hektar di Sumatera Selatan dari pemerintah kepada PP Pemuda Muhammadiyah :

  • Kebijakan Jokowi Memberikan Konsesi Lahan Yang Masuk TORA Itu Dipertanyakan Landasan Hukumnya

Dewi Sartika selaku Sekretaris Jenderal Konsorsium Pembaruan Agraria (KPA) mempertanyakan soal landasan hukum kebijakan Jokowi memberikan konsesi lahan yang masuk TORA itu, pasalnya tidak sesuai dengan aturan perundang undangan.

  • PP Pemuda Muhammadiyah Klaim TORA Dari Jokowi Telah Memenuhi Aturan Yang Berlaku

Dzulfikar Ahmad Tawalla selaku Sekretaris Umum PP Pemuda Muhammadiyah mengklaim TORA dari Jokowi untuk dikelola tersebut telah memenuhi aturan yang berlaku yaitu Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor p.42/menlkh/setjen/kum.1/8/2019.

Disisi lain, Dzulfikar punya rencana bahwa lahan tersebut akan dikelola secara kolaboratif bersama masyarakat yang telah bermukim di lokasi tersebut.

Polemik rezim Jokowi yang mendekati ormas Islam melalui fasilitas maupun anggaran tersebut tidak hanya dinikmati Pemuda Muhammadiyah saja. Melongok kebelakang, terdapat puluhan ribu pondok pesantren yang berafiliasi dengan Nahdlatul Ulama juga diberi santunan oleh Pemerintah. Nilainya mulai dari Rp. 20 juta hingga Rp. 50 juta per pondok pesantren. Apalagi terdapat sejumlah ‘pemberian’ yang diberikan kepada tokoh tokoh pemimpin ormas Islam yang memicu polemik lainnya beberapa waktu terakhir.

  • Tindakan Tersebut Dilakukan Pemerintah Sebagai Upaya Untuk Merangkul Dan Mendapatkan Dukungan Penuh Dari Dua Ormas Besar Di Indonesia

Kunto Adi Wibowo selaku Pengamat Politik dari Universitas Padjadjaran berpendapat bahwa tindakan yang dilakukan pemerintah tersebut sebagai upaya untuk merangkul dan mendapatkan dukungan penuh dari dua ormas besar di Indonesia yaitu Muhammadiyah dan NU.

Kunto berkata, selama ini Jokowi kerap diserang dari sisi keagamaannya, sayap kanan keras itu yang sering melontarkan kritikan pada Jokowi. Jadi sangat strategis untuk Jokowi beraliansi dengan Muhammadiyah juga NU.

  • Tujuan Jokowi Merangkul Dua Ormas Islam Besar Tersebut Untuk Menjaga Opini Publik Terkait Hal Hal Yang Akan Dilakukan Pemerintah

Kunto berpendapat, selain basis massa yang besar, namun tindakan Jokowi yang merangkul dua ormas Islam besar tersebut juga bertujuan untuk menjaga opini publik terkait hal hal yang akan dilakukan pemerintah.

Pengajar Komunikasi Politik tersebut berujar, sebagai contoh perundang undangan lainnya yang akan disampaikan pemerintah, contohnya Omnibus Law jilid dua, tentunya akan memerlukan dukungan NU dan Muhammadiyah untuk melegitimasi itu, itu sesuai syariah, dan lainnya.

  • Tindakan Pemerintah Terhadap Dua Ormas Islam Besar Tersebut Akan Berpengaruh Terhadap Kritik Yang Selama Ini Cukup Kencang Dilayangkan

Kunto juga berpendapat bahwa tindakan yang dilakukan pemerintah terhadap dua ormas Islam besar tersebut akan berpengaruh terhadap kritik yang selama ini cukup kencang dilayangkan, baik oleh NU ataupun Muhammadiyah kepada Pemerintah.

Menurut Kunto, hal yang bisa menjadi permasalahan dari itu adalah perihal kepercayaan antara pimpinan dan pengurus ormas tersebut dengan warga yang berafiliasi.

Sementara itu, menurut Endang Turmudzi selaku Peneliti Puslit Masyarakat dan Budaya LIPI berpendapat bahwa jika dalam perjalanannya pemerintah saat ini aktif memberi santunan kepada kedua ormas Islam besar tersebut secara kelembagaan adalah sesuatu yang wajar. Endang pun menyinggung perihal sumbangsih kedua ormas Islam besar tersebut terhadap negara, khususnya dibidang pendidikan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Post